RSS

Sufi Terindah

Di ambang SPM
saat remaja terindah
sufi bercahaya
kekhusyukan terpancar
hati pun tenang.

Ketika itu tiada langsung terfikir
sebesar apakah cabaran dewasa
rupanya batu-batu neraka menghimpit jiwa
banyak benda perlu dilalui
beribu nafsu perlu diperangi
pelbagai alasan kita beri
bermacam tohmahan kita terima.

Jika dahulu disiplin kita diatur
hanya patuh dan taat kita laksana
tetapi kini
suasana harus kita cipta
atau kita yang sengsara
dikepit dengan masa
tenggelam dalam dunia.

Ambang SPM saat terindah
sufi bercahaya
kekhusyukan terpancar
hati pun tenang.

Ketika itu
masa depan jadi taruhan
ayah dan ibu sebagai perangsang
semangat dan azam modal termahal
nasib umat bukan barangan,
kita harus cepat atau kita dipermainankan
lalu bergema jiwa dengan kata-kata
'study jihad fisabilillah'
kita belajar bagaikan berperang
kita berjalan bagaikan berkuda
kita menulis bagaikan memanah
kita menghafal bagaikan menyusun strategi.

Apabila solat
kita sering berdoa
andai sudah cukup amalku ke syurga
matikanlah aku dalam senang
agar tiada sempat bagiku maksiat
dinodai tipu daya
melakukan dosa yang bahaya,
sungguh aku tak mampu
untuk jauh darimu
walau seketika cuma
jangan pernah kau biarkan kami
menentukan nasib kami sendiri.

Dan apabila menerima keputusan
kita puas tak terhingga
Allah memberi jawapan cinta
kesungguhan terasa begitu bermakna
nikmat yang dikecapi terlalu berharga
hilang kata-kata
hanya tangis memadamkan derita.

Aku rindu untuk kembali lagi
di ambang SPM saat terindah
sufi bercahaya
kekhusyukan terpancar
hati pun tenang.

0 comments:

Post a Comment